Postingan

An nasr

Gambar
Barang sepuluh atau lima belas menit setelah siaran radio terakhir, saat yang kutunggu-tunggu akhirnya tiba. Seorang pemuda tegap, bermata tajam turun dari bak truk, menghampiri warung tempatku menghabiskan gaji yang tidak seberapa, dengan rokok dan bir. Aku melihat bahunya. Kopral satu. Ia berdiri di pintu masuk memandangi penjuru warung sembari menghitung ada berapa kepala malam itu. “dua belas” teriaknya pada siapa pun yang ada di bak truk. Aku bergegas menghampirinya. “pistol saja cukup” “kau yakin pak tua? Kau tahu apa yang akan kita hadapi besok? kita akan menyerbu...” Aku mengangguk pelan saja. Ia tampak paham. Tidak lama seorang prajurit datang membawa dua pucuk senapan, dan memberikanku satu pucuk revolver. Aku tersenyum pada sang kopral dan prajurit. Seumur-umur baru kali ini aku berterima kasih, atau bahkan tersenyum pada tentara. Mereka lalu pergi setelah memberitahu orang-orang di warung apa yang harus dilakukan esok hari. Pergi ke koramil d...